Nulis itu nggak bisa di bayangkan tempatnya dimana, asal nulis aja bisa meberikan warna sendiri apalagi serius nulis. Ya belajar atau apa sajalah nggak mesti dengan buku di depan muka atau materi yang begitu menjubel di otak kita, belajar bisa di mana saja kita mau yang penting asyik dan menyenangkan, nggak perlu neka-neko belajar harus ditempat yang elit asal hati kita dan pikiran tenang belajar bisa menambah energi sendiri bagi kesehatan otak dan perilaku diri.
Bisa dibayangkan jika keberadaan diri ini terjepit dengan banyak masalah yang tidak bisa di selesaikan dengan pribadi tangguh, apa nggak hancur diri dalam menempuhnya. Ingat Allah memberikan batasan kemampuan yang pasti bisa dilalui oleh hamba-Nya, nggak mungkin nggak bisa menyelesaikan tapi nyatanya bisa kalau bisa kita artikan itu bisa asal yakin. Jangan berikan kesempatan kesuksesan itu hanya pada mereka yang bangkit, derajat manusia sama nggak dihitung dar banyak harta, tahta dan apalah itu hanya satu perbedaan yang dinilai di hadapan Allah ketakwaan. satu hal ini yang penting jangan lupa.
Pada saat menulis ini saya pribadi sedang kumpul bersama teman-teman di kopdar depan kampus ada jaringan wifi ya dipake aja, apa aja bisa dilakukan kalau kita mau melakukan. kesempatan itu ada dilingkungan kita tapi ketidak benarannya hanya kita tidak bisa menggunakan kesempatan, kadang malas atau kadang galau (kacau pikiran). ketika sudah menemukan arti kesempatan cuma satu kuncinya mau atau tidak menggunakan kesempatan atau malah mencari kesempatan yang bukan di depan mata. Istilahnya mengejar harapan kosong yang bukan di depan kita malah menunggu harapan palsu yang masih dalam bayangan semu. contoh menemukan kesempatan minum teh anget karena cuaca dingin dan kondisi saat itu hanya ada teh anget kita tahu butuh malah mencari kopi yang harus dicari dulu, ya jelas kedinginan dengan kesempatan yang tidak dipakai.
Belajar hidup itu nggak susah yang penting mau dan usaha, itu saja rumusnya. Gambar di atas adalah contoh mau belajar dimana ada kesempatan walau keramaian ada, tapi ya jangan dipaksakan ketika hati dan pikiran kacau malah makin parah, harusnya cari kegiatan yang menyenangkan dengan aktifitas ringan sehingga kita mau lagi dan lagi berinteraksi dengan tubuh dan olah pikiran serta hati ini. jangan mau dikibuli (dibohongi) dengan keadaan semu cuma tarik kesimpulan dan putuskan rencana. Semoga bermanfaat. Wallahualam..







0 komentar:
Post a Comment