Pages

Saturday, 18 October 2014

Pertemuan Bisikan Hauqolah

Malam itu pertemuan aku denganmu, pertemuan yang tidak aku sangkakan, pertemuan suatu hal yang membuatku tidak ingin melupakannya. Basuhan air suci itu mengantarkanku bertemu denganmu, bertemu dengan kesucian diri, hati dan pikiran membina satu hal yaitu sebuah perjuangan. Kau bisikkanku kata yang membuatku merinding, menerawang dalam keheningan malam, kau bangunkanku dengan kata indah itu, aku merasa dingin, sejuk nan gembira dengan bisikan itu.
Aku tak bisa melupakan pertemuan itu, jika aku bisa memutarkan waktu, aku ingin mengulang pertemuan itu dan bertemu denganmu. Kala itu aku sangat ingat dan tak bisa aku lupakan, aku cium tanganmu dan kau cium tangan serta keningku. Bagaikan kisah orang tua/guru merestui sang anak, bagaikan kesejukan perjuangan yang diridhoi, aku berbalut gembira dan penasaran akan hadirmu. Aku tunggu kau dalam pertemuan selanjutnya namun kau tak hadir dan mengunjungiku lagi, serasa tak pantas namun ingin ku ulang kembali pertemuan itu. Pertemuan antara aku dan kau serasa begitu mesra dalam ikatan ridho Ilahi.
Saat itu aku merasa bahwa diriku bukanlah aku karena aku bertemu denganmu, saat itupun aku merasa bahwa tak pantas aku bertemu dengan kesucianmu apalagi kau bisikkan kata itu, tak bisa aku mengingat kapan waktu itu tapi tak bisa aku lupakan pertemuan itu. Bisikan itu terasa dingin merinding telingaku, ya bisikkan itu adalah bisikan HAUQALAH. Bisikan yang aku rindukan tapi tak sanggup aku memandang wajahmu karena begitu sucinya dirimu. Aku rindu padamu duhai pembisik HAUQALAHku. Ofan.
Berikut lirik letto yang menggambarkan pertemuan itu:

Letto, Lirik Lagu Bunga Di Malam Itu

Malam itu lah malamku
Ketika aku bertemu denganmu
Dalam hati ku tersedu
Tanganku tergenggam menahan haru
Mataku tak lepas darimu
Walaupun ku sendiri ragu

Reff:
Bunga menebar sejuk wewangian malam itu
Ku tak mampu menahan rasa yang tak menentu
Lalu muncullah rasa di dalam benakku
Ku tak pantas memandangi wajahmu

Rindu itu belum hilang
Walau pertemuan itu terkenang
Dalam hatiku berdoa
Jangan sampai aku pernah terlupa

Padamu penjaga hidupku
Tak pernah meninggalkan aku

0 komentar:

Post a Comment