Pages

Monday, 13 May 2013

Senin 12 Maret 2012


Senin, 12 Maret 2012
Manajemen dalam kehidupan merupakan suatu hal yang sangat pasti, hal ini erat kaitannya dengan proses penyusunan dan penyelesaian suatu tujuan yang menjadi prioritas utama dalam kehidupan. Manajemen sangatlah berperan penting dalam kehidupan, bisa dikatakan tiada kehidupan tanpa  suatu manajemen.
Manajemen sendiri adalah proses me-menej atau mengatur suatu tatanan dalam organisasi maupun kelompok dalam suatu komunitas, artian lainnya manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).
Proses manajemen dalam kehidupan sangatlah banyak, pada kesempatan kali ini penulis mencoba mengurai konsep menejemen dalam berperilaku dan menata hati dalam komunitas sosial masyarkat. Merujuk pengertian manajemen yang telah dituturkan oleh Stoner bahwa proses manajemen adalah proses perencanaan dalam suatu sistem, sedangkan apabila kita kaitkan dengan pengertian kesinambungan manajemen dalam kehidupan sosial pangkalnya adalah proses me-menej hati dalam berperilaku di kehidupan sosial.
Proses pengeturan atau perencanaan hati dalam penataannya sungguh merupakan kesulitan yang memang harus kita lawan dengan positif mind, perlawanan tersebut akan membuahkan hasil yang tanpa disadari membawa kita dalam suatu pengaturan yang positif dalam penataan hati. Istilah keren yang saat ini berkaitan dengan manejemen hati adalah self controling system.
Masalah self controling system erat kaitannya dengan masalah hati. Hati berasal dari  terjemahan arab yang berbahasa asli “Qalb” sehingga hati sering berubah sesuia dengan kondisi yang ia derita, bagaimana mau menata hati sedangkan pikiran kita kolaps. Ada kaitan antara hati, akal dan perilaku dalam kehidupan. Pencerminan hati adalah dari perilaku sedangkan otak adalah penyeimbang hati dan hati sendiri sebenarnya penentu dalam diri.
Kadang kita bertanya pada diri sendiri, padahal sebenarnya kita sedang berdialog dengan hati kita yaitu menanyakan hati kecil (istilah popular). Mereka yang diberi kelebihan bisa menata hati lebih baik belum tentu tidak mendapatkan ancaman luar penyakit hati. Akan tetapi tetap selalu diuji.
Kita yang hanya manusia biasa pastinya bisa kalau kita mau belajar, bukan hanya mengeluh itu kan dia berbeda dengan kita, tapi rencanakan dalam hati, ubah mindset dan laksanakan dalam tindakan jadikan akal sebagai penyeimbang perilaku. Semoga bermanfaat, Wallahua’lam.

0 komentar:

Post a Comment