Senin, 12 Maret
2012
Manajemen
dalam kehidupan merupakan suatu hal yang sangat pasti, hal ini erat kaitannya
dengan proses penyusunan dan penyelesaian suatu tujuan yang menjadi prioritas
utama dalam kehidupan. Manajemen sangatlah berperan penting dalam kehidupan,
bisa dikatakan tiada kehidupan tanpa suatu manajemen.
Manajemen
sendiri adalah proses me-menej atau mengatur suatu tatanan dalam organisasi
maupun kelompok dalam suatu komunitas, artian lainnya manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
yang telah ditetapkan (Stoner).
Proses
manajemen dalam kehidupan sangatlah banyak, pada kesempatan kali ini penulis
mencoba mengurai konsep menejemen dalam berperilaku dan menata hati dalam
komunitas sosial masyarkat. Merujuk pengertian manajemen yang telah dituturkan
oleh Stoner bahwa proses manajemen adalah proses perencanaan dalam suatu
sistem, sedangkan apabila kita kaitkan dengan pengertian kesinambungan
manajemen dalam kehidupan sosial pangkalnya adalah proses me-menej hati dalam
berperilaku di kehidupan sosial.
Proses
pengeturan atau perencanaan hati dalam penataannya sungguh merupakan kesulitan
yang memang harus kita lawan dengan positif mind, perlawanan tersebut akan
membuahkan hasil yang tanpa disadari membawa kita dalam suatu pengaturan yang
positif dalam penataan hati. Istilah keren yang saat ini berkaitan dengan manejemen hati adalah self
controling system.
Masalah self controling
system erat kaitannya dengan masalah hati. Hati berasal dari terjemahan arab yang berbahasa asli “Qalb”
sehingga hati sering berubah sesuia dengan kondisi yang ia derita, bagaimana
mau menata hati sedangkan pikiran kita kolaps. Ada kaitan antara hati, akal dan perilaku dalam kehidupan. Pencerminan hati
adalah dari perilaku sedangkan otak adalah penyeimbang hati dan hati sendiri
sebenarnya penentu dalam diri.
Kadang kita bertanya pada diri sendiri, padahal
sebenarnya kita sedang berdialog dengan hati kita yaitu menanyakan hati kecil
(istilah popular). Mereka yang diberi kelebihan bisa menata hati lebih baik
belum tentu tidak mendapatkan ancaman luar penyakit hati. Akan tetapi tetap
selalu diuji.
Kita yang hanya manusia biasa pastinya bisa
kalau kita mau belajar, bukan hanya mengeluh itu kan dia berbeda dengan kita,
tapi rencanakan dalam hati, ubah mindset dan laksanakan dalam tindakan jadikan
akal sebagai penyeimbang perilaku. Semoga bermanfaat, Wallahua’lam.






0 komentar:
Post a Comment