Pages

Friday, 10 October 2014

Obat Galau Termanjur...

Sudah tidak asing lagi dikalangan anak muda (ababil) kalimat “galau”, mode galaupun sampai bermacam macam, adakalanya kita sendiri malam hari sambil lihat bintang ataupun bulan, namun terkadang juga karokean, nge-dugem, gitaran bareng teman-teman atau nangis di tempat tidur. Itulah fase galau dalam beberapa versi.
Seberapapun lamanya kita menggalau itu adalah perbuatan sia-sia yang menghabiskan waktu lama, memang pikiran tidak sedang sehat karena kekesalan dalam hati masih menempati pikiran utama sehingga keadaan menjadi rancu dan tak sadarkan diri, pribadi akan selalu dikerumuni dengan masalah.
Penyebab semua itu adalah kurangnya keikhlashan dalam diri untuk menerima kenyataan. Ikhlash, qonaah dalam filosofi islam telah memberikan warna hidup agar lebih tenang, berperasangka baik terhadap diri juga merupakan indeks ketenangan batin sendiri. Tidak berpersangka buruk saja sudah cukup, apalagi ditambah dengan amalan yang baik, niscaya hati akan tenang, misal; mau membaca, mengisi kekosongan dengan aktivitas apapun yang bermanfaat dan selalu berusaha untuk mengikhlaskan apapun kejelekan yang menimpa kita untuk dijadikan pelajaran dalam kehidupan.
Semua hal kegalauan intinya kembali kepada diri sendiri, tidak usah menyalahkan orang lain apalagi selalu mebicarakan kesalahannya padahal itulah yang menjadikan selalu merasa sakit atau “galau”. Tinggalkan perilaku itu, cukup Husnudzon (berperasangka baik) tanpa menncela lawan yang membuat kita sedih.Ofan

أنا عند ظنِّ عبدي بي.....
“AKU dalam perasangka hamba-KU terhadap-KU”

0 komentar:

Post a Comment