Pages

Friday, 10 October 2014

The Thirsty Crow

Once there was a crow. He was feeling very thirtsty. He flew about in search of water. He cought sight of a jug and flew down to it. But the water was too low to reach. He was greatly disappointed. He was about to fly away, when he thought of a clever plan. He saw a heap pebbles beside him. He brought some of them and dropped them into the jug one by one. This made the water rise to the brim. He drank it to his hear’s content and flew away full of great joy.
Proverb: Necessity is the mother of invention
Cerita di atas jika diintisarikan menjadi sebuah pengertian keterpaksaan/kepepet karena kebutuhan mencerdaskan akal pikiran untuk mencapai hasil yang diinginkan (the power of kepepet). Kunci dari keinginan untuk berhasil adalah kebutuhan itu sendiri, jika butuh maka akan mencari, jika tidak biasanya hanya akan dijadikan sebuah keinginan saja tanpa didasari usaha kuat. Laiknya makan dalam hidup, merupakan sebuah kebutuhan pokok manusia, maka dari itu kebutuhan makan menjadi kepentingan diri dan banyak usaha yang dilakukan untuk makan. Banyak manusia menggunakan seluruh kemampuannya untuk kebutuhan makan (perut), sampai perlakuan kejipun dilakukan seperti mencuri dll. Hal ini yang harus dihindari, jika untuk sebuah kebutuhan saja sampai mau untuk melakukan kejahatan apalagi perbuatan yang tidak terlalu dibutuhkan, tidak menutup kemungkinan akan menjadi terbiasa.
Politisi yang tidak baik menjadikan kebutuhan “jabatan, tahta, harta” menjadi kebutuhan yang sangat pokok, maka dari itu mereka melakukan tindakan pidana dengan korupsi, ini kebutuhan yang tidak baik, andaikan mereka berfikir bahwa kebutuhan membela kepentingan rakyat menjadi jalan utama dalam kepemimpinan, maka berapa banyak kebaikan yang mereka lakukan, utamanya dalam kebutuhan dan usaha keras membahagiakan rakyat yang diwakilinya. Terkadang otak pintar tidak menjadikan alasan utama sukses dalam kehidupan, gagak (crow) saja mau melakukan usahanya dengan instingnya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dalam mengabdikan diri pada tuhannya, alahkah buruknya jika “manusia” tidak mau melakukan kemampuan berfikirnya untuk berbuat baik dalam kehidupannya. Ofan.

0 komentar:

Post a Comment