Once
there was a crow. He was feeling very thirtsty. He flew about in search of
water. He cought sight of a jug and flew down to it. But the water was too low
to reach. He was greatly disappointed. He was about to fly away, when he thought
of a clever plan. He saw a heap pebbles beside him. He brought some of them and
dropped them into the jug one by one. This made the water rise to the brim. He
drank it to his hear’s content and flew away full of great joy.
Proverb: Necessity is the mother of invention
Cerita di atas jika diintisarikan menjadi sebuah pengertian
keterpaksaan/kepepet karena kebutuhan mencerdaskan akal pikiran untuk mencapai
hasil yang diinginkan (the power of kepepet). Kunci dari keinginan untuk
berhasil adalah kebutuhan itu sendiri, jika butuh maka akan mencari, jika tidak
biasanya hanya akan dijadikan sebuah keinginan saja tanpa didasari usaha kuat.
Laiknya makan dalam hidup, merupakan sebuah kebutuhan pokok manusia, maka dari
itu kebutuhan makan menjadi kepentingan diri dan banyak usaha yang dilakukan
untuk makan. Banyak manusia menggunakan seluruh kemampuannya untuk kebutuhan
makan (perut), sampai perlakuan kejipun dilakukan seperti mencuri dll. Hal ini
yang harus dihindari, jika untuk sebuah kebutuhan saja sampai mau untuk
melakukan kejahatan apalagi perbuatan yang tidak terlalu dibutuhkan, tidak
menutup kemungkinan akan menjadi terbiasa.
Politisi
yang tidak baik menjadikan kebutuhan “jabatan, tahta, harta” menjadi kebutuhan
yang sangat pokok, maka dari itu mereka melakukan tindakan pidana dengan
korupsi, ini kebutuhan yang tidak baik, andaikan mereka berfikir bahwa
kebutuhan membela kepentingan rakyat menjadi jalan utama dalam kepemimpinan,
maka berapa banyak kebaikan yang mereka lakukan, utamanya dalam kebutuhan dan
usaha keras membahagiakan rakyat yang diwakilinya. Terkadang otak pintar tidak
menjadikan alasan utama sukses dalam kehidupan, gagak (crow) saja mau melakukan
usahanya dengan instingnya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dalam mengabdikan
diri pada tuhannya, alahkah buruknya jika “manusia” tidak mau melakukan
kemampuan berfikirnya untuk berbuat baik dalam kehidupannya. Ofan.







0 komentar:
Post a Comment