Pages

Wednesday, 15 May 2013

Belajar dari Bubuk Kopi


Rabu 15 Mei 2013
Udara pagi kali ini terasa begitu sejuk menepas wajah yang segar karena baru saja selesai melaksanakan ibadah subuh, sempat terfikir untuk membuat secangkir kopi guna temani pagi indah di Rabu ini. Tapi pikiran itu terhempas karena tidak ada sesachet kopi dan cangkirnya serta air panas, lengkap sudah kekurangan di pagi ini. Tapi hal itu bukan menjadi kendala untuk menikmati kelebihan dan nikmatnya kopi, kali ini tidak merasakan aroma dan nikmatnya meminum secangkir kopi di pagi hari, tapi mengambil pelajaran dari buah kopi.
            Weel, tidak ada yang tidak mungkin alias nothing is imposible di dalam hidup ini, kopi yang bentuknya hitam atau coklat saja bisa memberikan pelajaran yang berarti, pasti sobat bertanya apa sebenarnya yang bisa diambil dari manfaat kopi. Ini ada sebuah perenungan menarik tentang manfaat biji kopi yang bisa diambil contoh guna menghadapi kenyataan hidup.
            Ini sebuah kisah yang diubah dalam ceritanya yaitu sebuah cerita anak muda yang prustasi akan masalah yang dihadapinya, dia tidak sanggup memikul beban dari kesulitan hidup yang dialaminya. Pemuda ini sangat prustasi dan mengatakan  dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi segala kesulitan. Menyerah dan hanya pasrah itu yang dilakukannya, merasa letih berjuang dan bertahan hidup itu adalah keluh kesahnya. Setiap kali masalah tuntas pasti ada masalah lain yang akan muncul.
            Pada suatu hari dia menemui ayahnya, dan menceritakan apa yang dihadapinya. Ayahnya berprofesi sebagai juru masak, setelah mendengar cerita anaknya, seketika itu ia membawanya ke dapur, ayahnya menuangkain air kedalam tiga panci dan memanaskannya. Setelah air mendidih dia memasukkan wortel pada panci pertama, telur panci kedua dan bubuk kopi pada panci ketiga. Dia membiarkan air itu mendidih dan menunggu tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Sang anak ikut menunggu dan terheran dengan apa yang dilakukan ayahnya, sehingga terbesit pertanyaan di dalam hatinya, sebenarnya apa yang sedang dilakukan ayahnya karena tindakan ini membuatnya semakin bingung dan terlihat semakin bodoh.
            Setelah beberapa menit terdiam ayahnya mematikan api kompor dan menaruh wortel, telur dan kopi ke dalam mangkuknya masing-masing. Setelah selasai ayahnya bertanya kepada anaknya, “Anakku apa yang kamu lihat sekarang?” “Wortel, telur, kopi dalam mangkuknya masing-masing.” Jawab anak.
Sang ayah meminta anaknya untuk memperhatikan dan mencicipi wortel, telur dan kopi. Anak itu melaksanakan dan ternyata wortel matang dan rasanya enak, kemudian ia mencicipi telur dengan mengupasnya terlebih dahulu ternyata telur itu masih saja keras. Bebrbeda dengan kopi ia mencium aromaya saja sudah memberikan senyuman manis dalam dirinya ketika mencium aromanya. Sang anak terheran dengan semua perintah ayahnya dan bertanya, “Tapi, apa arti semua ini ayah?” ayahnya menjawab.”Putriku wortel, telur dan kopi menghadapi masalah yang sama yaitu air panas yang mendidih. Akan tetapi, masing-masing mengeluarkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus dalam air mendidih itu cukup kuat dan keras, tetapi setelah dihadapkan dengan air panas dan mendidih, ia menjadi lemah dan lunak. Sedangan kulit luar telur sebelum direbus begitu kuat melindungi bagian dalamnya, tetapi setelah direbus, isi di dalamnya menjadi keras, dan kulit luar telur menjadi rapuh dan mudah retak. Sedangkan kopi memiliki perubahan yang unik, tidak seperti wortel dan telur. Setelah diletakkan dalam rebusan air, bubuk kopi tersebut bisa mengubah air. Lalu bagaimana dengan KAMU??? Apakah kamu seperti wortel yang kelihatan keras, tetapi ketika menghadapi masalah dan kesulitan berubah menjadi lembek dan hilang kekuatannya. Atau ingin seperti telur, isinya yang di dalam bisa digoncang, tetapi ketika dihadapkan dengan penderitaan dan kesusahan, ia menjadi kuat dan tegar??? Kalau dilihat secara zahir kamu seperti telur, yang di dalamnnya berubah setelah menghadapi masalah. Hati kamu menjadi pahit dan keras. Atau kamu adalah bubuk kopi yang bisa mengubah air panas mendidih sebagai sumber derita dan kesulitan yang menjadikan air itu begitu harum aromanya dan nikmat??? Jika dirimu seperti bubuk kopi, maka ketika keadaanmu menjadi buruk dan susah, kamu dapat menjadikan sekelilingmu menjadi baik. Anakku, pikirkanlah bagaimana kamu harus menghadapi semua kesuitan itu!”. Wallahua’lam....
Diambil dari sebuah kisah dalam buku karya Mahmud Khalifah, Belajar dari Ayat-ayat Allah yang Tersirat, Jakarta: Pustaka al-Fadilah, hlm. 2-4.
Semoga bermanfaat..

0 komentar:

Post a Comment