Kahlil Gibran, (خليل جبران), lahir di Lebanon, 6 Januari
1883 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 10 April 1931 pada umur 48
tahun) adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Nama yang memberikan warna bagi para pujangga yang sedang
dilanda oleh api asmara, tapi bukan hal semacam permainan cinta, ini hakikatnya
cinta dan tergantung bagaimana mengartikan dan mengimplikasikannya.
Banyak orang yang mengedepankan cinta awal (cinta paling berarti) dengan
pasangan yang ia sangat cintai dan susah membuka hati untuk orang lain, hal itu
bukan kerena takut dan galau menahun tapi karena satu alasan yaitu menghargai
cinta yang tulus dalam dirinya. Membiarkan cinta membawanya dalam perasaan yang
baru dan membawa pelajaran akan cinta yang lebih dalam yaitu cinta yang hakiki.
Saat orang mencintai dengan ketulusan, dia akan membiarkan cintanya
menerima segala kekurangan dalam diri pasangannya bukan mencela kekurangan itu.
Fakta mengatakan cinta banyak aturan adalah cinta sandiwara karena dia lebih
banyak mencintai kepribadian dalam dirinya tanpa memandang cara terbaik untuk
menghargai cintanya.
Berikut adalah sebagian puisi Kahlil Gibran yang menginspirasi tulisan
dalam judul kali ini, memeang dirasa agaka ALAY alias LEBAY AKUT tapi bukan
masalah jika kita niatkan membagi ilmu tentang perasaan cinta yang pernah
dimiliki dengan tujuan memberikan pengalaman dan pengamalan kepada insan
pecinta yang lain. Selamat membaca... Wallahua’lam....
CINTA YANG AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..
Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
Tapi ingatlah…
melepaskan BUKAN akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
Mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari…
dan mereka yang telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…
Itulah beberapa kumpulan puisi cinta Kahlil Gibran
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan..
Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
Tapi ingatlah…
melepaskan BUKAN akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
Mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari…
dan mereka yang telah mencoba..
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…
Itulah beberapa kumpulan puisi cinta Kahlil Gibran
"Meratapi masalah tidaklah baik, yang harus dilakukan adalah belajar dari masalah dan terbiasa dengan masalah sehingga masalahpun bosan dengan kita dan meninggalkan kita dengan kebosanan karena kuatnya kita" (Bintang Word)






0 komentar:
Post a Comment