Pages

Tuesday, 14 May 2013

Malam 4 Rajab 1434 H



Malam itu hari yang sangat menyenangkan, bermain bersama, belajar bersama tanpa ada batasan umur dan pengetahuan, berada dalam canda tawa yang sangat profesional dibalut dengan kanvas pengetahuan. Cerita ini dimulai dari sebuah tongkrongan di Kopi darat depan kampus. Saat itu sedang iseng membuka facebook terlintas seorang teman update status "Subhanallah pemandangan langit Semarang malam ini sangat indah,bisa dengan jelas menyaksikan jutaan bintang, pesawat yaang lewat dan sesekali meteor". namanya M. Rasyid, terima kasih telah memberikan info via facebook.
Terlintas dalam benak untuk memotret langit, cahaya bintang yang aku rindukan selama hampir 4 tahun akhirnya akan aku gapai dalam bingkai kamera. Langsung dengan sigap saya pulang dari kopdar dengan berpamitan bersama teman-teman. Akhirnya pulang dengan sendiri raut wajah senang dengan sesekali melihat ke langit mengagumi ke-Agungan Allah.
Sesampainya di kamar, langsung sigap membuka lemari dan bergegas mengambil sebuah tas hitam berisikan kamera Nikon D3200 milik Ulia Dewi Mutmainnah (thank to her) dan tripod bertender tas laras panjang bak membawa senapan angin. Go to the top of Daarun Najah Observatory 3th floor (alias lantai jemuran), awalnya saya sendiri kemudian datang seorang teman yang bernama M. Yakub Mubarok. Check it out...
Saya dan Yakub mengamati keindahan alam dengan berjuta bintang di atas kepala ini, berkali-kali mengucapkan syukur dan tasbih akan Ke-Agungan Allah dengan alam yang begitu indah. Tak lama kemudian saya membuka kamera dan menyeting manual kamera dengan exposure yang disesuaikan dengan kondisi pengamatan. Sempat terheran dan terdecak kagum dengan kesunyian langit semarang yang semakin malam semakin sunyi tidak seperti biasanya. Setelah beberapa kali memotret langit akhirnya seorang teman datang dengan semangat ingin melihat langit dan meteor, dia adalah sahabatku terunik karena ke-SINGLE-annya yang paten alias masih memegang status sendirinya. Umar Setiawan nama lengkapnya.
Dia terheran dan kaget melihat hasil jepretan Nikon D3200 dan langsung ingin menerima jepretan Nikon dengan menjadi model malam, asyiknya kita bertiga menemukan gugusan Milky Way dan bergumam indah dalam bibir manis ini dengan syukur dan tasbih kepada Allah.
“Bentuk syukur bukan hanya lewat ibadah yang bisa diartikan dan dilihat mata tapi mempelajari dan mengagumi merupakan bagian dari bentuk syukur”.
            Jepretan nikon menghiasi warna dalam keidahan malam ini, tanpa terasa jam menunjukkan sekitar jam 1 malam, akhirnya saya menyudahi pemotretan ini karena batrei kamera sudah kelap-kelip alias low bat.. (tiit tiit) cerita selanjutnya kita mendengar cerita masing-masing dengan diteani malam yang indah dan para gugusan bintand serta meteor yang dapat kita lihat. Tak terasa mata pun tak sanggup menahan rasa kantuk dan tertidur di atas laantai 3 sampai adzan subuh berkumandang. Wallahua’lam...
Berikut Photo langit yang saya ambil di malam 13-14 Mei 2013 M/ 4 Rajab 1434 H.


Menikmati keindahan malam dengan sepoinya angin yang menyejukkan hati. Model M. Yakub Mubarok dan Sofwan Farohi

Menatap Milky Way dari kejauhan degan pemandangan alami ala pondokan (jemuran santri)
hari yang cerah bersama Bima Sakti (Milky Way)

Tunjuk satu galaxy di mana kita tinggal it's MILKY WAY...

Sofwan Farohi menunjuk gugusan bintang dalam galaxy Bima Sakti.




Indahnya bersama Galaxy Bima Sakti....
Yakub Mubarok make a hope of life....

0 komentar:

Post a Comment