Malam itu hari yang sangat menyenangkan, bermain
bersama, belajar bersama tanpa ada batasan umur dan pengetahuan, berada dalam
canda tawa yang sangat profesional dibalut dengan kanvas pengetahuan. Cerita
ini dimulai dari sebuah tongkrongan di Kopi darat depan kampus. Saat itu sedang
iseng membuka facebook terlintas seorang teman update status "Subhanallah
pemandangan langit Semarang malam ini sangat indah,bisa dengan jelas
menyaksikan jutaan bintang, pesawat yaang lewat dan sesekali meteor". namanya
M. Rasyid, terima kasih telah memberikan info via facebook.
Terlintas dalam benak untuk memotret langit,
cahaya bintang yang aku rindukan selama hampir 4 tahun akhirnya akan aku gapai
dalam bingkai kamera. Langsung dengan sigap saya pulang dari kopdar dengan
berpamitan bersama teman-teman. Akhirnya pulang dengan sendiri raut wajah
senang dengan sesekali melihat ke langit mengagumi ke-Agungan Allah.
Sesampainya di kamar, langsung sigap membuka
lemari dan bergegas mengambil sebuah tas hitam berisikan kamera Nikon D3200
milik Ulia Dewi Mutmainnah (thank to her) dan tripod bertender tas laras
panjang bak membawa senapan angin. Go to the top of Daarun Najah Observatory
3th floor (alias lantai jemuran), awalnya saya sendiri kemudian datang seorang
teman yang bernama M. Yakub Mubarok. Check it out...
Saya dan Yakub mengamati keindahan alam
dengan berjuta bintang di atas kepala ini, berkali-kali mengucapkan syukur dan
tasbih akan Ke-Agungan Allah dengan alam yang begitu indah. Tak lama kemudian
saya membuka kamera dan menyeting manual kamera dengan exposure yang
disesuaikan dengan kondisi pengamatan. Sempat terheran dan terdecak kagum
dengan kesunyian langit semarang yang semakin malam semakin sunyi tidak seperti
biasanya. Setelah beberapa kali memotret langit akhirnya seorang teman datang
dengan semangat ingin melihat langit dan meteor, dia adalah sahabatku terunik
karena ke-SINGLE-annya yang paten alias masih memegang status sendirinya. Umar
Setiawan nama lengkapnya.
Dia terheran dan kaget melihat hasil jepretan
Nikon D3200 dan langsung ingin menerima jepretan Nikon dengan menjadi model
malam, asyiknya kita bertiga menemukan gugusan Milky Way dan bergumam indah
dalam bibir manis ini dengan syukur dan tasbih kepada Allah.
“Bentuk syukur bukan hanya lewat ibadah yang bisa diartikan dan dilihat
mata tapi mempelajari dan mengagumi merupakan bagian dari bentuk syukur”.
Jepretan
nikon menghiasi warna dalam keidahan malam ini, tanpa terasa jam menunjukkan
sekitar jam 1 malam, akhirnya saya menyudahi pemotretan ini karena batrei
kamera sudah kelap-kelip alias low bat.. (tiit tiit) cerita selanjutnya kita
mendengar cerita masing-masing dengan diteani malam yang indah dan para gugusan
bintand serta meteor yang dapat kita lihat. Tak terasa mata pun tak sanggup
menahan rasa kantuk dan tertidur di atas laantai 3 sampai adzan subuh
berkumandang. Wallahua’lam...
Berikut Photo langit yang saya ambil di malam 13-14 Mei 2013 M/ 4 Rajab
1434 H.
Menikmati keindahan malam dengan sepoinya angin yang menyejukkan hati. Model M. Yakub Mubarok dan Sofwan Farohi

Menatap Milky Way dari kejauhan degan pemandangan alami ala pondokan (jemuran santri)
hari yang cerah bersama Bima Sakti (Milky Way)
Tunjuk satu galaxy di mana kita tinggal it's MILKY WAY...
Sofwan Farohi menunjuk gugusan bintang dalam galaxy Bima Sakti.
Indahnya bersama Galaxy Bima Sakti....
Yakub Mubarok make a hope of life....



















0 komentar:
Post a Comment