Pages

Monday, 22 December 2014

Adab. Pentingkah dalam menuntut Ilmu???


Membaca Buku teman sejati

خير جليس في الزمان كتاب
Petikan dalam bahasa arab di atas merupakan gambaran sikap seorang santri terhadap ilmunya, kecintaan terhadap ilmu harus ada dan melekat dalam dirinya untuk menyongsong kehidupan di masa depan. Banyak kita ketahui keutamaan menuntut ilmu dalam Hadits maupun Qur’an, menjelaskan begitu perhatiaanya islam terhadap ilmu itu sendiri.
Allah Swt mengangkat derajat orang-orang yang berilmu, dengan ilmu yang ia miliki menjadikannya mengerti siapa Tuhannya dan dimana landasan hati disandarkan. Namun tidak banyak dari mereka mencampakkan ilmu dan tidak mau mengamalkannya, menganggap dirinyalah sumber ilmu yang didapatkannya dari belajar, pengetahuan beginilah yang menjadikan anggapan miring terhadap orang yang berilmu.
Ilmu identik dengan adab seseorang, bagaimana klarifikasi terhadap statement ini??
Mungkin pernah terdengar di telinga pembaca bahwa “sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-Nya hanya orang-orang yang berilmu” lalu bagaimana dengan mereka orang yang berdasi dengan gelar di depan atau di belakang namanya yang banyak namun kesiapan mental terhadap sosialnya nol. Bagaimana mereka bertanggung jawab terhadap ilmu yang dimilikinya.
Inilah perlunya adab dalam menuntut ilmu, dengan adab ilmu dapat bermanfaat dengan baik, sesuai perintahnya ilmu meninggikan derajat pemiliknya dengan syarat menjadikan adab dalam berilmu sebagai pedomannya. Berdab dalam menuntut ilmu menjadikannya petunjuk untuk dirinya semakin mengenal siapa Yang Maha berilmu sesungguhnya, dalam hatinya tidak ada kesombongan dan kedengkian terhadap orang yang lebih rendah di bawahnya.
Jika manusia berilmu namun tidak mendapatkan “hudan” (petunjuk) maka ia akan hidup dalam kesombongan dengan ilmu yang ia miliki. Mari kita tumbuhkan adab, dan cinta terhadap ilmu, banyak yang harus dipelajari bersama dan tinggalkan ego bahwa kita memiliki ilmu, karena sejatinya ilmu hanya titipan dari Yang Maha Berilmu (al-‘Alim). Wallahua’lam. Ofan

0 komentar:

Post a Comment