Pages

Friday, 6 February 2015

KENAPA 6 HARI PENCIPTAAN LANGIT?

Banyak sekali pertanyaan dalam benak kita jika dikaitkan dengan penciptaan alam semesta ini, begitu juga dengan ihwal penciptaan langit. Kita mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa akan segala sesuatu, namun mengapa dalam penciptaan langit ini membutuhkan waktu 6 hari, kenapa tidak langsung dengan “jadilah”?

Nash-nash dalam al-Qur’an maupun hadits banyak yang menjelaskan akan ke-Maha Mampuan Allah dalam menciptakan segala sesuatu, bahkan ahlu iman juga telah meyakini hal ini, tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.

Ayat al-Qur’an yang menyebutkan tentang hal itu adalah:

) بديع السموات والأرض وإذا قضى أمراً فإنما يقول له كن فيكون ) البقرة /117

” Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.” Al-Baqarah: 117.

Ibnu Katsir dalam menafsiri ayat ini menyebutkan ‘Allah menjelaskan kesempurnaan kekuasaan-Nya, keagungan kerajaan-Nya. Kalau sekiranya ingin mentakdirkan suatu perkara dan menginginkan sesuatu, (cukup) dengan mengatakan kun (jadilah) hanya sekali, maka jadilah. Yakni maka akan ada sesuai dengan keinginan-Nya sebagaimana firman-Nya, ‘Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.’ Yasin: 82. Begitu juga Firman Allah, ‘." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.” Ali Imron: 47. Firman-Nya Ta’ala, ‘Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.” Ghofir: 68. Firman lainnya, ‘Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.’ Al-Qamar: 50.

Penjelasan lain yang disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam menafsiri ayat ini adalah “Ini adalah kabar akan pelaksanaan dari perintah-Nya dipenciptaan-Nya. Sebagaimana dikabarkan melaksanakan kekuasan-Nya kepada mereka, sehingga Allah berfirman ‘Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan.’ Yakni sesungguhnya kami memerintahkan sesuatu sekali saja, tidak membutuhkan penguatan kedua kali. Maka akan jadi apa yang Kami perintahkan itu akan terjadi dan ada hanya sekejap mata, tidak terlambat dari sekejap mata. Alangakah indahnya ungkapan sebagian ahli syair: 

‘Ketika Allah menginginkan sesuatu, cukup hanya mengatakan ‘Jadilah’ dalam ucapan, maka akan jadi.’ Selesai.

Kemudian mengapa dengan bukti kekuasaan Allah akan segala sesuatu malah menciptakan langit dalam 6 hari. Pasti ada rahasia dibalik ini semua yang harus dipelajari sebagai umat yang beriman kepada-Nya.

Pertama:

Firman Allah Ta’ala yang menjelaskan tentang penciptaan langit selama 6 hari:

إن ربكم الله الذي خلق السماوات والأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش ... ) الأعراف /54

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy.” Al-A’raf: 54.

Kedua:

AL-Hakim (Maha Bijaksana)’ tidaklah suatu urusan yang Allah lakukan, melainkan di dalamnya terdapat hikmah nan dalam. Hikmah dalam penciptaan atau kejadian sesuatu terkadang Allah tampakkan dan terkadang juga tidak, terkadang dijadikan sebagai istinbat hukum. Namun walaupun ketidaktahuan kita tentang hikmah ini bukan berarti tidak mempercayai atau menolak hukum-hukum Allah, bahkan harus kita cari dan ambil pelajaran yang berarti untuk peribadahan kita kepada Allah.

)لا يُسأل عما يفعل وهم يسألون ) الأنبياء /23

“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” Al-Anbiya’: 23.

Para ulama dalam mencari hikmah surat al-A’raf ayat 54 terkait penciptaan langit selama 6 hari adalah sebagai berikut:

  • Imam Al-Qurtuby rahimahullah berkata dalam tafsirannya ‘Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an’ pada surat Al-A’raf: 54, 4/7/140, ‘Disebutkan masa ini yakni enam hari. Kalau ingin menciptakan dalam waktu sekejap, pasti akan dilakukan. Dimana Dia Maha Mampu dengan mengatakan ‘jadilah’ maka akan jadi. Akan tetapi Dia menginginkan, agar para hamba mengetahui sisi kelembutan dan ketepatan dalam segala urusan. Agar terlihat kemampuan-Nya kepada Malaikat sedikit demi sedikit. Dan hikmah lainnya, diciptakan selama enam hari, karena segala sesuatu di sisi-Nya ada ajalnya. Hal ini menjelaskan dengan membiarkan pelaku kemaksiatan mengobati dengan hukuman, karena segala sesuatu disisi-Nya telah ada ajalnya. Selesai. 
  • Ibnu Al-Jauzi berkata di tafsirnya yang dinamakan ‘Zadul Masir, 3/162 dalam menafsiri ayat di surat Al-A’raf, ‘Kalau dikatakan, kenapa tidak diciptakan sekejep. Karena Dia mampu (melakukannya)? Dari sini ada lima jawaban,
 
Pertama;

Dia menginginkan ketepatan setiap hari suatu masalah yang diagungkan oleh para Malaikat dan orang yang menyaksikannya. (Jawaban) ini disebutkan oleh Ibnu al-Anbari

Kedua;

Dia menguatkan sebagai pembukaan apa yang akan diciptakan untuk Adam dan keturunannya sebelum diciptakan. (Hal itu akan) lebih kuat pengagungannya di sisi para Malaikat

Ketiga;

Bahwa lebih cepat itu lebih mengena dari sisi kekuasaan. Sedangkan lebih tepat itu lebih mengena dari sisi hikmah. Maka ingin memperlihatkan hikmah dalam hal itu, sebagaimana terlihat kekuasan-Nya dalam ungkapan ‘Kun Fayakun.

Keempat;

Bahwa Dia mengajarkan kepada para hamba-Nya agar lebih tepat, kalau melakukan yang lebih tepat itu dilakukan oleh yang tidak pernah tergelincir, maka orang yang (sering) punya kegelinciran itu lebih utama untuk lebih tepat (dalam seluruh urusannya).

Kelima;

Dengan berlahan-lahan dalam menciptakan sesuatu. Akan lebih jauh persangkaan, bahwa hal itu terjadi secara tabiat atau kebetulan saja.’ Selesai

  • Al-Qadi Abu As-Saud berkata dalam tafsirnya pada ayat di surat Al-A’raf, 3/232, ‘Dalam menciptakan sesuatu secara berlahan-lahan, padahal mampu menciptakan secara langsung, sebagai tanda pilihan, diambil pelajaran bagi yang melihat dan anjuran untuk tenang dalam segala urusan. Selesai

Ia berkata dalam tafsir ayat (59) dari surat Al-Furqan, 6,266: ‘Sesungguhnya yang menciptakan makhluk begitu besar dengan sangat teliti serta kesinambungan nan indah, pengaturan yang kuat, ketertiban yang tepat pada waktu-waktu tertentu. Disertai dengan kesempurnaan kekuasaan-Nya untuk langsung menciptakan, terdapat hikmah nan agung, tujuan nan indah dimana akal fikiran tidak dapat memperincinya.’ Selesai
Dari perincian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa Maha Agung dan Maha Mampu Allah dalam segala hal, sesuatu yang diciptakannya begitu sempurna. Mempunyai hikmah sebagai pelajaran dan pengetahuan bagi umat yang mau berfikir. Wallahua’lam.

0 komentar:

Post a Comment