Banyak
sekali pertanyaan dalam benak kita jika dikaitkan dengan penciptaan alam
semesta ini, begitu juga dengan ihwal penciptaan langit. Kita mengetahui bahwa
Allah Maha Kuasa akan segala sesuatu, namun mengapa dalam penciptaan langit ini
membutuhkan waktu 6 hari, kenapa tidak langsung dengan “jadilah”?
Nash-nash
dalam al-Qur’an maupun hadits banyak yang menjelaskan akan ke-Maha Mampuan
Allah dalam menciptakan segala sesuatu, bahkan ahlu iman juga telah meyakini
hal ini, tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya.
Ayat
al-Qur’an yang menyebutkan tentang hal itu adalah:
) بديع السموات
والأرض وإذا قضى أمراً فإنما يقول له كن فيكون ) البقرة /117
”
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu,
maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu
jadilah ia.” Al-Baqarah: 117.
Ibnu
Katsir dalam menafsiri ayat ini menyebutkan ‘Allah menjelaskan kesempurnaan
kekuasaan-Nya, keagungan kerajaan-Nya. Kalau sekiranya ingin mentakdirkan suatu
perkara dan menginginkan sesuatu, (cukup) dengan mengatakan kun (jadilah) hanya
sekali, maka jadilah. Yakni maka akan ada sesuai dengan keinginan-Nya
sebagaimana firman-Nya, ‘Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki
sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.’
Yasin: 82. Begitu juga Firman Allah, ‘." Allah berfirman (dengan
perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang
dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya
cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.” Ali Imron: 47.
Firman-Nya Ta’ala, ‘Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia
menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah",
maka jadilah ia.” Ghofir: 68. Firman lainnya, ‘Dan perintah Kami hanyalah satu
perkataan seperti kejapan mata.’ Al-Qamar: 50.
Penjelasan
lain yang disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam menafsiri ayat ini adalah “Ini
adalah kabar akan pelaksanaan dari perintah-Nya dipenciptaan-Nya. Sebagaimana
dikabarkan melaksanakan kekuasan-Nya kepada mereka, sehingga Allah berfirman
‘Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan.’ Yakni sesungguhnya kami
memerintahkan sesuatu sekali saja, tidak membutuhkan penguatan kedua kali. Maka
akan jadi apa yang Kami perintahkan itu akan terjadi dan ada hanya sekejap
mata, tidak terlambat dari sekejap mata. Alangakah indahnya ungkapan sebagian
ahli syair:
‘Ketika
Allah menginginkan sesuatu, cukup hanya mengatakan ‘Jadilah’ dalam ucapan, maka
akan jadi.’ Selesai.
Kemudian
mengapa dengan bukti kekuasaan Allah akan segala sesuatu malah menciptakan
langit dalam 6 hari. Pasti ada rahasia dibalik ini semua yang harus dipelajari
sebagai umat yang beriman kepada-Nya.
Pertama:
Firman
Allah Ta’ala yang menjelaskan tentang penciptaan langit selama 6 hari:
إن ربكم الله الذي خلق السماوات
والأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش ... ) الأعراف /54
“Sesungguhnya
Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy.” Al-A’raf: 54.
Kedua:
‘AL-Hakim
(Maha Bijaksana)’ tidaklah suatu urusan yang Allah lakukan, melainkan di
dalamnya terdapat hikmah nan dalam. Hikmah dalam penciptaan atau kejadian
sesuatu terkadang Allah tampakkan dan terkadang juga tidak, terkadang dijadikan
sebagai istinbat hukum. Namun walaupun ketidaktahuan kita tentang hikmah
ini bukan berarti tidak mempercayai atau menolak hukum-hukum Allah, bahkan
harus kita cari dan ambil pelajaran yang berarti untuk peribadahan kita kepada
Allah.
)لا يُسأل عما
يفعل وهم يسألون ) الأنبياء /23
“Dia
tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.”
Al-Anbiya’: 23.
Para
ulama dalam mencari hikmah surat al-A’raf ayat 54 terkait penciptaan langit
selama 6 hari adalah sebagai berikut:
- Imam Al-Qurtuby rahimahullah berkata dalam tafsirannya ‘Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an’ pada surat Al-A’raf: 54, 4/7/140, ‘Disebutkan masa ini yakni enam hari. Kalau ingin menciptakan dalam waktu sekejap, pasti akan dilakukan. Dimana Dia Maha Mampu dengan mengatakan ‘jadilah’ maka akan jadi. Akan tetapi Dia menginginkan, agar para hamba mengetahui sisi kelembutan dan ketepatan dalam segala urusan. Agar terlihat kemampuan-Nya kepada Malaikat sedikit demi sedikit. Dan hikmah lainnya, diciptakan selama enam hari, karena segala sesuatu di sisi-Nya ada ajalnya. Hal ini menjelaskan dengan membiarkan pelaku kemaksiatan mengobati dengan hukuman, karena segala sesuatu disisi-Nya telah ada ajalnya. Selesai.
- Ibnu Al-Jauzi berkata di tafsirnya yang dinamakan ‘Zadul Masir, 3/162 dalam menafsiri ayat di surat Al-A’raf, ‘Kalau dikatakan, kenapa tidak diciptakan sekejep. Karena Dia mampu (melakukannya)? Dari sini ada lima jawaban,
Pertama;
Dia
menginginkan ketepatan setiap hari suatu masalah yang diagungkan oleh para
Malaikat dan orang yang menyaksikannya. (Jawaban) ini disebutkan oleh Ibnu al-Anbari
Kedua;
Dia
menguatkan sebagai pembukaan apa yang akan diciptakan untuk Adam dan
keturunannya sebelum diciptakan. (Hal itu akan) lebih kuat pengagungannya di
sisi para Malaikat
Ketiga;
Bahwa
lebih cepat itu lebih mengena dari sisi kekuasaan. Sedangkan lebih tepat itu
lebih mengena dari sisi hikmah. Maka ingin memperlihatkan hikmah dalam hal itu,
sebagaimana terlihat kekuasan-Nya dalam ungkapan ‘Kun Fayakun.
Keempat;
Bahwa
Dia mengajarkan kepada para hamba-Nya agar lebih tepat, kalau melakukan yang
lebih tepat itu dilakukan oleh yang tidak pernah tergelincir, maka orang yang
(sering) punya kegelinciran itu lebih utama untuk lebih tepat (dalam seluruh
urusannya).
Kelima;
Dengan
berlahan-lahan dalam menciptakan sesuatu. Akan lebih jauh persangkaan, bahwa
hal itu terjadi secara tabiat atau kebetulan saja.’ Selesai
- Al-Qadi Abu As-Saud berkata dalam tafsirnya pada ayat di surat Al-A’raf, 3/232, ‘Dalam menciptakan sesuatu secara berlahan-lahan, padahal mampu menciptakan secara langsung, sebagai tanda pilihan, diambil pelajaran bagi yang melihat dan anjuran untuk tenang dalam segala urusan. Selesai
Ia
berkata dalam tafsir ayat (59) dari surat Al-Furqan, 6,266: ‘Sesungguhnya yang
menciptakan makhluk begitu besar dengan sangat teliti serta kesinambungan nan
indah, pengaturan yang kuat, ketertiban yang tepat pada waktu-waktu tertentu.
Disertai dengan kesempurnaan kekuasaan-Nya untuk langsung menciptakan, terdapat
hikmah nan agung, tujuan nan indah dimana akal fikiran tidak dapat memperincinya.’
Selesai
Dari
perincian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa Maha Agung dan Maha Mampu
Allah dalam segala hal, sesuatu yang diciptakannya begitu sempurna. Mempunyai hikmah
sebagai pelajaran dan pengetahuan bagi umat yang mau berfikir. Wallahua’lam.







0 komentar:
Post a Comment