Dalam
karyanya, al-Muqaddimah, Ibnu Khaldun, berkata bahwa ada empat obyek utama
para sufi:
- Latihan rohaniah dengan rasa, intuisi, serta introspeksi diri
- Iluminasi atau hakikat yang tersingkap dari alam gaib, misalnya: sifat-sifat rabbani, ‘arsy, kursi, malaikat, wahyu, ruh, hakikat realitas segala yang wujud, yang baib maupun yang tampak, dan susunan kosmos, Pencipta serta penciptanya.
- Peristiwa dalam alam maupun kosmos yang berpengaruh pada berbagai bentuk karomah dan keluarbiasaan.
- Penciptaan ungkapan yang pengertiannya samar (syathahiyyat), reaksi masyarakat awam berupa mengingkarinya, menyetujui, menginterpretasikannya.
Tersingkapnya
hakikat realitas yang wujud, iluminasi, Ibnu Khaldun menungkapkan bahwa, para
sufi melakukan latihan rohaniah dengan mematikan kekuatan syahwat serta
menggairahkan ruh dengan jalan menggiatkan dzikir. Dengan dzikir, jiwa bisa
mengalami hakikat realitas tersebut, jika hal ini tercapai, maka yang wujud pun
telah terkonsentrasikan dalam dalam pemahaman seseorang, yang berarti ia
berhasil menyingkap seluruh realitas yang wujud. Menurut Ibnu Kaldun
Ketersingkapan yang seperti ini timbul dari kelurusan jiwa, yang seperti cermin
rata dan dapat memantulkan gambar.
DEFINISI
GHAIB
Di
dalam Al Qur’an banyak sekali ayat yang memberikanketerangan masalah ghoib
yaitu dikatakan bahwa hanya Allah sajalah yang tahu masalah ghoib,bahwa hanya
Allahswt dan Rosul yang diridlai-Nya sajalah yang mengerti tentang ghoib (QS.
Jin: 26-27).
“(Dia
adalah Tuhan) Yang Mengetahui yg ghaib, maka Diatidak memperlihatkan kepada
seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridlai-Nya, maka
sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di
belakangnya“.
- Ditinjau dari bahan pembuat Jin. Jasad manusia diciptakan dari tanah sedangkan jasad Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api. Sekarang kita lihat sifat-sifat dari api. – Apakah api itu sesuatu yang ghaib? Jawabnya tentu bukan. Api adalah sesuatu yang bukan ghaib, karena kita dapat dengan jelas melihat api tersebut dengan mata jasad kita. Lalu apa sifat dari api itu? a. Api itu tidak bisa dipegang, kita hanya bisa memegang yang menimbulkan api saja. Contoh: kita memegang obor. Tentu kita tidak dpt memegang api dari obor itu kan? Tapi kita dapat memegang obornya dan mengendalikan api itu bukan? b. Api tidak dapat dipegang tapi dapat kita rasakan. Rasa dari api adalah panas dan dapat membakar sesuatu yang ada disekitarnya. Jadi kesimpulannya ditinjau dari bahan asalnya bangsa Jin itu adalah bukan sesuatu yang ghaib.
- Kita tinjau dari sisi ilmu teknik/fisika. Sebuah contoh mengenai FREKUENSI SUARA yang diterima oleh telinga kita. Telinga manusia hanya mampu mendengar suara yang mempunyai frekuensi (getaran) antara 20 Hz sampai 20 kHz.
Telinga
manusia tidak mampu mendengar suara yangmempunyai frekuensi diluar range
tersebut(antara 20 Hz sampai 20 kHz). Misal 30 kHz,atau 10 Hz atau frekuensi
radio yang mempunyai getaran sampai ratusan mega Hz. Apakah frekuensi (getaran)
tersebut suara ghaib ? Jawabnya tentu BUKAN.Contoh lagi: – Sinar infra merah,
sinar ini banyak digunakan untuk remote kontrol alat-alat elektronik (TV dll).
Bukankah mata kita tidak dapat melihat nya ? Tapi apa dia sesuatu yang ghaib ?.
Jawab nya tentu bukan. Begitu juga sinar ultra violet.
- Kelelawar dapat menghasilkan suara ultrasonic dgn frekuensi diatas 20 kHz yang mana telinga manusia tidak dapat mendengarkannya.
- Jangkrik dapat mengeluarkan suara intrasonic dengan frekuensi lebih kecil atau sama dengan 20 Hz (<= 20 Hz),dimana sebagian suaranya dpt didengar oleh telinga manusia dan sebagian tdk dapat didengar oleh telinga manusia.
Sekarang
mari kita bicara tentang benda:
Kita
tahu bahwa setiap benda itu kalau dipecah-pecah menjadi bagian yang lebih kecil
disebut MOLEKUL dan molekul ini masih dpt dilihat. Molekul jika dipecah pecah
menjadi bagian yang lebih kecil lagi disebut ATOM. Atom terdiri dari INTI ATOM
dan ELEKTRON. Inti atom dibagi lagi menjadi dua bagian : PROTON dan NETRON,
Proton bermuatan positif (+), netron mempunyai muatan netral dan elektron
bermuatan negatif (-). Elektron ternyata hidup dan berputar mengelilingi inti
atom dengan kecepatan 300.000.000 meter/detik sama dengan kecepatan cahaya.
Dari
teori diatas dapat diambil dua kesimpulan:
- Pada hakekatnya tidak ada benda mati (meja kursi dll) karena apa? Karena elektron selalu berputar/bergerak dengan kecepatan 300.000.000 meter/detik. Siapa yang menggerakkan elektron tersebut?
- Elektron berputar mengelilingi inti atom dengan kecepatan 300.000.000 meter/detik, dan itulah yg dapat ditangkap oleh mata kita. Mata kita hanya mampu melihat benda yang mempunyai kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya sebesar 300.000.000 m/det saja. Diluar kecepatan itu mata manusia tidak dapat melihatnya.
Konon
mata anjing, kerbau, dapat melihat sesuatu benda hidup/mati yg mata manusia
tidak mampu melihat benda tersebut. Dalam hal ini mata hewan tersebut mempunyai
range yang lebih lebar dibanding range mata manusia, mata hewan tersebut mampu
melihat benda yang kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya lebih besar
atau lebih kecil dari 300.000.000 meter/detik (mungkin 250.000.000 m/det sampai
400.000.000 m/det)
Sebuah
contoh:
- Peluru yang ditembakkan oleh seorang tentara, dengan kecepatan yang sangat tinggi peluru tersebut melesat. Mampukah mata kita melihat peluru tersebut? Tentu tidak. Apakah peluru itu sesuatu yang ghaib? Tentu bukan.
- Mampukah mata kita melihat pertumbuhan sebuah pohon atau tanaman yang sangat pelan sekali kecepatan tumbuh per detiknya? Tentu tidak.
Lantas
apakah ada benda yang mempunyai kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya
diatas 300.000.000 m/det atau dibawah 300.000.000 m/det? Jawabnya ada.Alam
tersebut paralel dengan dunia kita, dunia manusia. Apakah alam lain tersebut
ghaib? Jawabnya BUKAN.
Alam
lain tersebut mempunyai benda yang kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya
diatas 300.000.000 m/det atau dibawah 300.000.000 m/det. Mata jasad
manusiatidak dapat melihatnya. Tapi dia bukan ghaib. Mungkin suatu saat nanti
dengan adanya kemajuan teknologi yang sangat canggih manusia dapat
berkomunikasi dengan alam lain tersebut.
Jadi
dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa BANGSAJIN ITU adalah BUKAN SESUATU
YANG GHAIB. Perbedaannyadengan alam manusia hanya pada kecepatan elektron
mengelilingi inti atomnya saja.
Kemungkinan
besar kecepatan elektron mengelilingi inti atom di alam Jin lebih tinggi
dibanding dengan kecepatan elektron mengelilingi inti atom di alam manusia
sehingga mata jasad manusia tidak mampu melihatnya/menangkapnya.
Harapan
saya mudah-mudahan dengan contoh-contoh dan penjelasan yang diuraikan diatas
dapat diterima oleh pembaca dan sekaligus dapat menghilangkan perbedaan
pendapat antar sesama orang Islam mengenai sesuatu yang selama ini dianggap
ghaib.
Dengan
tulisan ini bukan maksud saya mengajak pembaca sekalian untuk bersekutu dengan
bangsa Jin (apalagi bersekutu dengan syetan dari golongan bangsa Jin)melainkan
hanya sekedar menambah wawasan pembaca saja tidak lebih dari itu.
Sebetulnya
definisi Ghaib yg sebenarnya telah diterangkan di dalam Al Qur’an Surat An Naml
ayat 65-66 yang artinya:
”
Katakanlah : Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara
yang ghaib, kecuali Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan
dibangkitkan. Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai
(kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka
buta dari padanya. ” (Q.S. An-Naml : 65-66)
Jadi
definisi ghaib yang sebenarnya adalah DZAT ALLAH sendiri.
- MALAIKAT DAN JIN BUKAN GHAIB
- MALAIKAT ADALAH BUKAN GHAIB KARENA AYAM JAGO DAPAT MELIHAT MALIAKAT.
- JIN (SYETAN) JUGA BUKAN GHAIB KARENA ANJING DAN KELEDAI DAPAT MELIHAT JIN (SYETAN).
- YANG GHAIB HANYA ALLAH SWT SAJA.
QS.
Jin: 26-27:
“Dia
adalah Tuhan Yang Mengetahui yg ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada
seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridlai-Nya, maka
sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di
belakangnya”.
Hadist
Nabi:
“Apabila
kamu mendengar ayam jago berkokok (di waktu malam), mintalah anugerah kepada
Allah, sesungguhnya ia melihat Malaikat. Tapi apabila engkau mendengar keledai
meringkik (di waktu malam), mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan
syaitan, sesungguhnya ia melihat syaitan” (HR. Bukhari dengan Fathul Baari
6/350, Muslim 4/2092 no. 2729. Tambahan yang terdapat dalam kurung diriwayatkan
oleh al-Bukhari dalam Adabul Mufrad no 1236, lihat silsilah Adabul Mufrad no.
938 dan Silsilah Ahaadist ash-Shahiihah no. 3183. Dari Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘anhu.)
“Jika
kalian mendengar lolongan anjing dan ringkikan keledai pada malam hari maka
berlindunglah kepada Allah darinya karena ia melihat apa yang tidak dapat
kalian lihat.” (HR. Abu Dawud no. 5103, Ahmad 3/306, 355-356 Shahih al-Adabul
Mufrad no. 937 serta Ibnu Sunni no. 311 dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah. Dari
Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu.)
Antara
dalil Al-Qur’an dan dalil Hadist tersebut diatas “seolah olah” bertentangan,
padahal tidak.
Meminjam
istilah dari spiritual bahwa sebetulnya Malaikat, Jin, alam barzah, alam kubur,
surga, neraka, alam siluman, dll (pokoknya sesuatu yang tidak bisa ditangkap
oleh panca indra manusia) itu
disebut dengan istilah AL-GHUYUB bukan AL-GHAIB.
- AL-GHUYUB adalah sesuatu yang ghaib tapi masih bisa dibayangkan oleh pikiran kita, misalkan bentuk Jin, Siluman, wajah malaikat, keadaan neraka/surga, siksa kubur seperti apa, dll.
- AL-GHAIB adalah hanya ALLAH SWT saja, yang bentuk-NYA, keadaan-NYA tidak boleh dan tidak bisa dibayangkan oleh pikiran kita . LAISA KAMISLIHI SYAI’UN (QS: Asy Syuura ayat 11).
Jadi
ghaib yang dimaksud di Al-Qur’an surat Jin: ayat 26-27 itu adalah AL-GHAIB
bukan AL-GHUYUB. Sedangkan yang di maksud di hadist Nabi Muhammad SAW di atas
adalah AL-GHUYUB bukan AL-GHAIB.
Di
Al-Qur’an surat Jin ayat 26 sampai ayat 27 tersebut diatas dikatakan bahwa yang
mengetahui AL-GHAIB adalah hanya Allah SWT dan Rosul yang diridhai saja. Siapa
Rosul yang diridhai oleh Allah SWT untuk mengetahui yang ghaib ? Tidak lain
Rosul yang diridhaiNya tersebut adalah Nabi Muhammad SAW.
Mengapa?
Karena
Nabi Muhammad SAW telah diperjalankan oleh Allah SWT melalui perjalanan Isra’
mi’raj sampai ke langit tertinggi (langit ke 7) dimana mailaikat Jibril AS pun
tidak sanggup untuk ke langit tertinggi tersebut.
WaAllahu
a’lam (Hanya Allah SWT saja yang paling mengetahui).
Wassalam.
by
Agus Mustofa..
Tulisan
ini saya ambil dari karya Agus Mustofa dari sebuah web http://helmie-margaluyu.blogspot.com/2012/08/tafsir-pengertian-makna-tentang-surat.html






0 komentar:
Post a Comment